Tradisi 'As-Salam' Perlu Dilestarikan untuk Menjaga Silaturrahim Masisir

PPMIMESIR.ORG — Dua momentum penting dalam kehidupan seorang muslim adalah dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha secara suka cita bersama keluarga yang disayangi.

Di Indonesia, shalat ied bersama orang tua, sanak saudara, dan kerabat dekat setelah berpuasa bersama sebulan penuh, lalu saling bersalaman dan berpelukan meminta maaf kepada sesama di hari yang fitri (Idul Fitri) terasa begitu indah. Atau merayakan Hari Raya Haji (Idul Adha) dengan berqurban hewan dan dagingnya dibagikan kepada yang membutuhkan juga terasa begitu indah. Dua hari raya yang penuh bahagia yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Demikian pula di mesir, bagi mahasiswa Indonesia yang jauh dari keluarga di tanah air, perayaan dua hari raya ini sangat dinanti kehadirannya. Seperti sudah menjadi tradisi, kita shalat ied bersama di Masjid As-Salam dari tahun ke tahun dan merasakan indahnya persaudaraan senegeri di masjid tersebut.

Beramai-ramai kita datang ke sana dengan sambutan gema takbir khas Indonesia yang membahana. Rindu hati terobati. Serasa seperti shalat ied di tanah air berkumpul bersama dengan sanak saudara. Lalu bersalam-salaman dan bermaaf-maafan. Bertatap muka dengan teman, berfoto bersama, dan menikmati hidangan nusantara. Benar-benar nuansa tanah air yang penuh bahagia yang jarang kita dapatkan selain dua kali dalam setahun.

Shalat ied di As-Salam perlu dipertahankan untuk menjalin silaturrahim di antara masisir dan warga Indonesia yang lainnya. Atau dimana saja lokasinya, seperti baru-baru ini di KBRI Mesir, Garden City, misalnya. Silaturrahim harus tetap dijaga dalam kondisi sesulit apapun. Ibarat tidak ada rotan akar pun jadi. Meskipun anggaran minim hanya dengan bazar dan tidak seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya dapat bimbingan KBRI, Perayaan Idul Adha di Masjid As-Salam, Nasr City, tetap dilaksankan oleh PPMI dan sukses diselenggarakan pada hari sabtu kemarin (4/10/2014)

Dengan semangat kemandirian, acara ini dihadiri oleh banyak kawan mahasiswa dan warga Indonesia yang lainnya. Koresponden stasiun televisi nasional TVOne yang berdomisili di Mesir, Amran Hamdani, turut hadir dan meliput jalannya acara.

Khutbah shalat ied ini dibawakan oleh Al-Ustadz H. Aef Saefullah, MA. Beliau menyampaikan, bahwa kesabaranlah yang akan mengantarkan pelajar seperti kita berhasil dalam menuntut ilmu. Semua dengan sabar. Para pekerja bersabar dengan pekerjaannya. Para guru bersabar dalam mendidik anak muridnya. Seperti kesabaran Nabi Ismail As atas perintah Allah kepada Ayahandanya untuk menyembelihnya.

Beliau menegaskan, menurut Jumhur Ulama, Siti Hajar (Ibundanya Nabi Ismail As) adalah seorang wanita Mesir. Betapa banyak tokoh-tokoh yang diceritakan oleh Al-Quran adalah orang Mesir seperti Istrinya Firaun, Ibunya Nabi Musa As, dan Al-Mu'min (Seorang yang digelari "Al-Mu'min" dan dijadikan nama surah Al-Mu'min) Jadi, kita sekarang berada di Mesir, di sebuah negeri yang lahir orang-orang hebat di dunia ini. Semoga kita seperti mereka.



Author: Elbasyasyah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.