Waspada! : Sekarang Tingkat 4 Ushuluddin Bisa Di-DO (Drop Out)

PPMIMESIR.ORG -- Kita Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) selama ini mengetahui bahwa Tingkat Akhir atau Tingkat 4 di perkuliahan Al-Azhar adalah 'zona aman' yang bebas dari Droup Out (DO) atau dikeluarkan dari kuliah.

Karena kita mengira bahwa tingkat ini adalah madal hayah atau tiada batas tahun (unlimited), yaitu tidak dibatasi seberapa tahun kita tinggal (rasib) di tingkat tersebut, tidak jadi masalah. Dan hanya dengan melaporkan diri tiap awal tahunnya ketika ajaran baru ke Syuun Kulliyah untuk tajdid dirasi (pembaharuan kuliah) semua beres.

Kabar ini didapat dari teman Masisir berinisial HM, seorang mahasiswa Ushuluddin tingkat akhir yang pada tahun ini memasuki tahun ketiganya, yang pada hari pertama kemarin, sabtu (11/10/2014) pagi masuk di hari awal perkuliahan Al-Azhar. Dia kaget ketika berurusan dengan Syuun Kulliyah untuk mengurus tajdid dirasi-nya dia dinyatakan sekarang berada di tahun istitsna'i (tahun pengecualian: tahun dimana dia diberikan kesempatan setahun lagi, dan posisinya berada di ambang drop out)

Pihak Syuun Kulliyah menjelaskan, keberadaannya selama dua tahun lalu di tingkat 4 dengan tidak mengikuti ujian sama sekali (absen full) menyebabkan dirinya berada di posisi istitsna'i pada tahun ketiganya ini. Kok bisa? Bukankah tingkat akhir sekarang adalah 'zona aman'-nya, sedang dia selalu men-tajdid dirasi tiap tahunnya? Apakah ini qarar baru?

Tambah mereka, 'zona aman' atau tidak di-drop out itu apabila setengah dari semua mata kuliah di tingkat 4 adalah najah. Yakni, bila mata kuliah ada 15 madah, maka 8 madah-nya harus lulus dan 7 madah yang rasib itu harus bayar 300 LE per madah. Dengan syarat seperti ini (setengah mata kuliah harus najah dan setengah yang rasib harus bayar) dan dilakukan setiap awal ajaran baru saat tajdid dirasi, baru bisa dikatakan dia madal hayah, mau berapa tahun pun dipersilahkan asal dengan 2 syarat tersebut.

Entah, apa ini qarar baru dari Al-Azhar, atau hanya sebatas menakutinya atas ketidakhadirannya  di saat ujian.

Berita ini diturunkan sesuai pernyataan teman Masisir kita ini. Untuk kepastian, esok pagi kami akan mengkonfirmasi langsung ke Syuun Kulliyah Ushuluddin dan menanyakan juga ke Syariah dan Bahasa Arab.

Jika benar, maka tahun ini adalah tahun perjuangan bagi dia untuk lulus menjadi Licence (Lc). Atau paling minimal setengah dari semua mata kuliahnya harus lulus. Jika tidak, ya, wassalam. Mari kita doakan!



Author: Elbasyasyah

1 komentar:

  1. itu udah jadi aturan dari dulu, kami saja tahun 2009 udah dapat informasi seperti itu dari syu'un thullab Tanta

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.