Sukses LKS dan RAPBO, DPP-PPMI Teruskan Pengabdian untuk Masisir



PPMIMESIR.ORG -- Sidang Paripurna dan Pleno III, MPA-BPA PPMI Mesir 2014-2015, sukses diselenggarakan di Rumah Limas Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMASS) pada hari Kamis (12/02) tadi malam. Sidang dihadiri utusan dari berbagai lembaga dan organisasi yang bernaung di bawah Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Mesir (PPMI Mesir).

Laporan Kerja Semester (LKS) DPP-PPMI Mesir untuk semester pertama selesai disidang dan dipertanggungjawabkan di hadapan seluruh anggota sidang. Sekaligus pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) menjadi APBO termin kedua yang telah kita masuki ini, seiring telah dimulainya perkuliahan Al-Azhar termin kedua.


Di termin kedua, DPP-PPMI Mesir siap meneruskan pengabdiannya untuk Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir), serta dukungan dan doa senantiasa diharapkan demi kemajuan bersama dalam berbagai program dan kegiatan akademisi dan organisasi. Kedepannya, DPP-PPMI Mesir mendukung program-program yang berkait dengan nilai-nilai akademik Masisir, seperti program yang telah rutin dijalankan; program talaqqi dengan Masyayikh di bawah Kementerian Ke-AlAzhar-an, sebuah Kementerian yang baru ada dari DPP-PPMI sebelum-sebelumnya.


Hadir disela sidang, Atase Pendidikan KBRI Kairo, Bapak Dr. Fahmi Lukman, menasehati kepada anggota sidang yang hadir -- yang mana mereka mewakili setiap organisasi yang ada di Mesir, harapannya dapat disampaikan kepada anggotanya masing-masing, berikut empat poin tersebut:

1. Ada seorang mahasiswa Indonesia yang tersangkut hukum Mesir karena tidak memiliki izin tinggal (iqamah) selama satu tahun, pihak KBRI Kairo membantunya bebas dari jerat hukum Mesir. Ini menunjukan perhatian besar KBRI terhadap mahasiswa Indonesia di Mesir.

2. KBRI Kairo Mesir akan mengirimi surat dari Mesir ke rumah masing-masing mahasiswa di Indonesia, mengabarkan status kuliah anaknya di Mesir, tingkat berapakah mereka sekarang? Ini untuk kebaikan bersama, agar orang tua tahu keadaan kuliah anaknya dan anaknya lebih fokus di kuliah. Belajar dari seorang mahasiswa Indonesia di Mesir yang delapan tahun masih tingkat satu namun orang tuanya tidak tahu sebenarnya.

3. Atdik KBRI Kairo menghimbau untuk PPMI Mesir dan seluruh organisasi untuk mengadakan program yang masih berkait atau menunjang perkuliahan di Mesir, seperti talaqqi, kajian, dll.

4. KBRI Kairo dengan Mahasiswa akan membicarakan bersama apa dan bagaimana peran serta prospek lulusan timur tengah terutama Mesir di tanah air. Kemungkinan pertemuan ini akan dilaksanakan akhir februari atau awal maret ini. (Elba)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.