DUBES RI dan Wapres PPMI perjuangkan Kuota Temus di Komisi VIII DPR RI




Suara PPMI, Kairo - Setelah beredarnya isu pengurangan kuota Tenaga Musiman (TEMUS) haji untuk mahasiswa Timur Tengah, pada Rabu (26/04) Wakil Presiden PPMI Mesir, Ikhwan Hakim Rangkuti, mantan ketua Wihdah PPMI Mesir, Rahma Rasyidah, dan ditemani oleh DUBES RI untuk Mesir, Helmy Fauzi, menghadiri rapat dengar pendapat bersama komisi VIII DPR RI terkait hal ini.

Acara yang berlangsung di Ruang sidang komisi VIII DPR RI ini turut dihadiri oleh Dewan  Presidium PPI Dunia, tiga pimpinan komisi VIII DPR RI, dan juga ketua umum Komisi VIII DPR RI, Bapak Muhammad Ali Taher.

 Dalam rapat tersebut pak Dubes hadir mendampingi perwakilan dari PPMI Mesir untuk menyampaikan aspirasi teman-teman terkait isu pengurangan kuota petugas haji dari unsur tenaga musiman (TEMUS) mahasiswa Timur Tengah. Pak Dubes menyampaikan bahwasanya kuota temus harus diperjuangkan karena merupakan hal yang urgen bagi peran mahasiswa Timur Tengah.

Ikhwan dan Rahma, yang turut sepemikiran dengan pak Dubes pun kenan menyampaikan pendapatnya terkait Temus tersebut, dan meminta untuk tidak mengurangi kuotanya dari 125 ke 85, sebagaimana kabar yang beredar. “Temus ini harus tetap berjalan sebagaimana adanya, dan jangan sampai dikurangi”, ujar Ikhwan.

“Temus merupakan beasiswa non-formal bagi mahasiswa Timur Tengah yang juga dapat membantu para mahasiswa untuk melanjutkan jenjang studinya, seperti S2 dan S3, dan juga sebagai faktor penggerak roda organisasi mahasiswa Timur Tengah yang terus berjalan”, lanjut Ikhwan.

Rapat  yang berlangusng selama 20 menit ini berjalan dengan efektif, karena komperhensifnya pak Dubes dalam menyampaikan aspirasi rekan-rekan Masisir kepada komisi VIII DPR RI.

Diakhir, salah satu anggota komisi VIII DPR RI menyampaikan bahwasanya kuota temus bukan hanya dapat dikembalikan seperti semula, bahkan ditambah hingga 150. “Kami akan berkomitmen untuk mengupayakan pengembalian kuota ini, disamping belum selesai dan validnya keputusan yang telah beredar sebelumnya, bahkan masih bisa ditambah”, tutup ketua komisi. (Fatahillah BN)











Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.