PPMI Jaring Aspirasi Masisir Terkait Viktif

Menghadapi polemik kenaikan biaya kepengurusan viktif (visa kolektif) yang kini berubah menjadi 90 pond Mesir, PPMI membuat google form untuk mencari tahu respon Masisir terhadap perubahan ini.
Dari data yang masuk selama dua hari penayangan google form, PPMI Mesir mendapati 33 responden setuju dengan kenaikan ini, 61 persen menolak dan sisanya tidak peduli.
Salah satu responden mengemukakan alasan penolakannya di google form, “Tidak wajar, sebenarnya bisa dilaksanakan dengan gratis atau lebih murah lagi seperti pengurusan yang dulu dilakukan PPMI. Dan di antara alasan adanya Viktif adalah membantu. Tapi jika bantuan itu menjadi mesti dan warga tidak punya pilihan lain kecuali memenuhi kewajiban membayar tinggi, sama dengan pemerasan. 90 Le dikurang 25 Le untuk berkas, itu diberikan untuk biaya pelaksanaan dan ihsan team 9 orang yang tidak diangkat oleh Masisir. Jadi, atas nama apa mereka ada dan bertugas. Lalu minta ganti jasa? Pemerintah atau KBRI-lah yang menyanggupi urusan visa dan mengangkat tim, lalu kenapa bebannya ditanggung masyarakat sampai ke hal-hal kecil, sampai upaya pemberian hadiah pada para pegawai imigrasi?”
Adapun responden lain mengatakan “Rincian yang tidak masuk akal, dan dari pihak imigrasi (jawazat) Mesir juga tidak ada tambahan biaya. Semua hanya murni untuk oprasional tim Viktif saja.”
Adapun pihak yang setuju dengan kenaikan ini mengemukakan alasannya. “Sebelum adanya Viktif, saya dan adik-adik saya banyak menghabiskan waktu dan tenaga dalam proses memperbarukan visa. Dan dengan itu terpaksa meninggalkan beberapa kuliah dan absen pada seksi pelajaran klinikal/praktikal  di kampus. Dan menurut saya biaya pengurusan yang diberi tidak ada apa-apanya dibandingkan tenaga dan waktu yang diberikan oleh tim viktif.” 
Responden lain turut mengemukakan alasan ia setuju dengan kenaikan biaya Viktif. “Kenaikkannya masih dalam jumlah wajar, dan sudah dilakukan transparansi penyaluran biaya Viktif. Seharusnya kita sdh tdk layak protes. Dengan nominal yg tdk begitu besar, kita bisa tenang menunggu visa keluar. Tanpa harus bolak balik syuun untuk ngecek tasdiq sdh beres atau belum. Atau tanpa harus pergi pagi2 ke gawazat biar tdk antri terlalu lama. Toh, biaya ini hanya dikeluarkan sekali dalam setahun untuk keamanan dan kemudahan kita mendapat ijin tinggal.”
Presiden PPMI Mesir, Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, mengatakan bahwa PPMI Mesir akan membuka poling ini hingga 3 hari kedepan sehingga bisa menyerap aspirasi Masisir lebih besar lagi. “Partisipasi Masisir sangat membantu kami, karena dengannya kami bisa mengetahui keinginan dan harapan Masisir. Untuk itu PPMI Mesir mengajak kepada seluruh Masisir untuk menyuarakan aspirasinya melalui Google form ini selama 3 hari ke depan.”

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.