OBA PPMI Mesir 2017 Menuju Puncak : Perebutan Hadiah Utama




peserta OBA cabang Terjemah


Seorang bijak pernah berkata, bahwa kesan pertama itu menentukan, kesan terakhir tak akan terlupakan. Namun bagi masisir, agaknya Olimpiade Bahasa Arab (OBA) PPMI 2017 tetap berkesan sepanjang berjalannya. 
Perhelatan terbesar Bahasa Arab termin satu yang dibuka  dibuka pada Ahad, 5 November 2017 selalu memberikan ketegangan dan antusias yang membuat gregetan, bukan hanya bagi peserta dan official, namun juga bagi masisir secara keseluruhan. Bukan hanya karena acara akbar ini merupakan hal yang baru, namun juga karena memperebutkan hadiah spektakuler : UMRAH.
“Gregetnya acara ini udah kaya X-Factor!” ujar Mush’ab Muqoddas, salah satu dewan juri berkelakar.

suasana OBA cabang Debat Bahasa Arab
Memang, demi meningkatkan kualitas akademik masisir, DP-PPMI Mesir Kabinet Progresif tidak main-main. Acara-acara yang bernada peningkatan mutu keilmuan terus digalakan. Mulai dari lomba seminar-seminar, lomba menulis opini serta yang paling besar ini, Olimpiade Bahasa Arab. “Kita itu organisasi pelajar dan mahasiswa. Sebagai wadah pelajar, wajar jika keilmuan memiliki porsi paling besar dalam kegiatan-kegiatan PPMI,” ujar Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, presiden PPMI Mesir.
Meskipun baru dibuka pada awal November, persiapan panitia OBA telah dilakukan dua bulan sebelumnya. Mulai dari pembentukan panitia, pengonsepan, koordinasi dengan perwakilan keilmuan setiap kekeluargaan, serta komunikasi dengan sponsor acara. Bahkan, berbeda dengan acara-acara PPMI lain, ketua panitia OBA langsung dipegang oleh Menko I DP-PPMI Mesir, Nasruddin Babas Hasan.
Kalender Kegiatan OBA
“Dari awal kita tidak main-main. Kita tahu bahwa acara ini pasti akan memakan banyak tenaga, pikiran, waktu. Makanya dalam memilih panitia, kami pun tidak main-main. Kita benar-benar pastikan bahwa mereka akan siap berjuang hingga akhir, demi membentuk lingkungan ilmiah, agar mahasiswa baru memiliki orientasi menjadi azhari, menjadi ulama, dari awal menginjakkan kaki di Mesir,” ujar Fakhry Emil Habib, wakil presiden PPMI Mesir.
Tidak ada yang sempurna, itu pasti. OBA pun begitu. Keterbatasan tempat menjadi kendala utama yang dikeluhkan official. Mulai dari akses yang agak sulit hingga tempat yang agak kecil, sehingga tidak dapat menampung seluruh penonton. “Ya, kita harap kawan-kawan juga memaklumi. Maunya sih, PPMI punya aula besar sendiri sehingga tidak harus pindah-pindah, haha,” Babas menanggapi.
Setelah berjalan 18 hari, OBA pun hampir sampai pada puncaknya. Setiap cabang lomba telah memiliki juara juaranya, yaitu sebagai berikut :
Kategori Debat
* Juara Kelompok : FOSGAMA
1. M. Hidayat
2. Achmad Fauzan
3. Abu Bakar
* juara perorangan :
4. Faisal Hilmi (Gamajatim)
5. Rianda Noor (Gamajatim)
Terjemah Indo-Arab Tulisan
6. Ari Muhammad ( Gamajatim)
• Terjemah Indo-Arab Lisan
7. Farah Hasballah (KPMJB)
Terjemah Arab-Indo Tulisan
8. M. Abbas Alharik (KMM)
• Arab-Indo Lisan
9. M. Musholih Abdul Gofur (KPMJB)
Hifdzul Mutun
* Alfiyah :
10. Syaiful Rijal (FOSGAMA)
* Baiquniyyah :
11. Noval Setiaji Al-Bantani (KMB)
*Arbain Nawawi :
12. Shobrun Jamil (KMM)
• MQK
- Syaiful Rijal (FOSGAMA)
Penyampaian teknis Final to Umrah
Masing-masing pemuncak tiap bidang ini nantinya akan bertanding kembali memperebutkan hadiah utama : UMRAH. Tentu dengan konsep lebih matang dan pastinya menegangkan.
Lalu bagaimana jalannya final OBA memperebutkan hadiah utama? Siapakah yang akan keluar sebagai juara? Semua akan terjawab besok, di final OBA PPMI Mesir 2017, yang akan diadakan di Aula Daha KMJ, pukul 13.00 sampai selesai. Jangan lewatkan!


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.